Alam dan Perilaku Kita

Saat ini saya sedang mempelajari masalah lingkungan dan usaha-usaha yang dilakukan untuk konservasi. Intinya, pembangunan harus terus berjalan seiring dengan tuntutan kebutuhan masyarakat, tetapi kondisi alam juga harus dipertahankan dan dipelihara. Artinya, dampak negatif terhadap alam, yang diakibatkan oleh kegiatan pembangunan, harus diupayakan agar minimum.  Dalam hal ini untuk mengupayakan agar dampak negatif tersebut minimum, maka harus dipelajari dan dikaji faktor apa saja yang dapat menjadi sumber kerusakan alam, atau kelalaian dalam mempertahankan ekosistem alam. Dari sekian banyak faktor, salah satunya adalah “kebiasaan”, “perilaku”, “pandangan” atau “budaya” masyarakat terhadap lingkungan, khususnya di bumi kita Indonesia ini.

Salah satu contoh adalah pandangan sebagian besar masyarakat tentang alam dan hubungannya dengan manusia. Sebetulnya yang mana yang tepat :

· “alam sebagai rahmat bagi kita/manusia”? atau

· “kita/manusia sebagai rahmat bagi alam” ?

Kenyataannya pandangan masyarakat umumnya adalah yang pertama, sehingga alam betul-betul dieksploitasi, dikuras, dipergunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Jika demikian, lama kelamaan sumber daya alam akan habis. Bedanya dengan yang kedua, sebagai rahmat bagi alam artinya kita dengan bijak memperlakukan alam. Kita mengelola, meningkatkan fungsi lingkungan, memelihara sekaligus menggunakan sumber daya alam dengan bijaksana sehingga manfaatnya dapat dinikmati manusia secara terus menerus.

Tidak mudah mengubah pandangan yang sudah melekat sejak jaman dahulu di masyarakat. Ini baru satu faktor saja dari sekian banyak kebiasaan dan perilaku kita masyarakat Indonesia mengenai alam dan lingkungan. Saat ini masalah konservasi lingkungan sudah sangat mendesak untuk ditangani dengan serius jika kita tidak ingin mengalami krisis energy yang lebih parah beberapa tahun mendatang. Kita mulai dengan memandang alam sebagai sesuatu yang harus dipelihara, ditingkatkan fungsinya dan dimanfaatkan dengan bijaksana; bukan memanfaatkan alam tanpa memelihara kelangsungannya. Bisa kita mulai di lingkungan keluarga kita sendiri misalnya dengan memelihara dan menyayangi tanaman, tidak buang sampah sembarangan, hemat air, listrik, BBM, menjaga kebersihan lingkungan dan senantiasa menggunakan produk yang ramah lingkungan. 🙂

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Hai… apa kabar esther? msh dikit yah postingannya, jd kangen tanah air neh klo lihat penghijauan yang bgt indah.

    Kabar baik, tks! Iya, saya newbie. Baru ikut2an nge blog. Itu gambar Tomok di pulau Samosir.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: