Ekosistem Kawasan Industri

Seiring dengan semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kebutuhan masyarakat akan konsumsi barang dan jasa semakin meningkat. Meningkatnya kebutuhan akan barang dan jasa berakibat meningkatnya kebutuhan akan bahan baku, material dan energi, sementara ketersediaan bahan baku, material dan energi semakin lama semakin berkurang. Oleh sebab itu diperlukan suatu kebijakan mengenai ‘keberlanjutan’ atau sustainability, yaitu bahwa pertumbuhan konsumsi barang dan jasa harus disertai pengurangan intensitas konsumsi bahan baku dan energi secara proporsional.


Maka dikembangkanlah beragam strategi yang tujuannya adalah pengurangan penggunaan bahan baku dan industri dalam kerangka ekonomi global. Dalam prosesnya, beberapa lembaga riset melakukan kajian terhadap implikasi yang mungkin terjadi akibat adanya kebijakan dimaksud. Beberapa kajian menunjukkan adanya suatu peluang untuk melakukan pengurangan secara signifikan dalam hal penggunaan material dan industri dalam pengembangan ekonomi dan teknologi canggih. Hal ini merupakan salah satu pertimbangan yang melatarbelakangi dikembangkannya pendekatan Ekologi Industri untuk pabrik, pengolahan dan sebagainya yang berpotensi untuk memulai pengurangan penggunaan bahan baku dan material (dematerializing) dalam kerangka ekonomi global. Pertimbangan lainnya adalah kesadaran bahwa pergerakan kearah pembangunan yang ‘berkelanjutan’ perlu menyertakan industri dalam kegiatan ekonominya. Tetapi untuk menyertakan industri dalam suatu strategi pencapaian ‘berkelanjutan’, diperlukan perkembangan mendasar dalam meningkatkan kualitas lingkungan industri serta efisiensi sumber daya, demikian pula dengan kegiatan industry yang saling terintegrasi dengan komunitasnya
Ekosistem kawasan industri merupakan kawasan industri yang menjalankan prinsip ekologi dalam operasinya, sehingga dapat disebut juga sebagai Eco-industrial Park atau Eko-Kawasan Industri. Sejalan dengan pengembangan Eko-kawasan Industri, pengembangan akan teknologi hijau juga harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan ekosistem secara holistik, yaitu pembangunan yang berkelanjutan.
Pada bagan berikut dapat dilihat posisi eko-kawasan industri dalam kerangka tujuan yang berkelanjutan.

Ekologi Industri Simbiosis Industri
Klasifikasi dalam Ekosistem Industri

Ekosistem Kawasan Industri
Komponen dalam Rancangan Eko-Kawasan Industri
Kawasan Industri Kalundborg Denmark
Kendala dan Tantangan dalam Penerapan Ekosistem Kawasan Industri

Reference :

1. Baas, L.W and F.A. Boons. An Industrial Ecology Project in Practice : Exploring the Boundaries of Decision Making Levels in Regional Industrial Sistems. Journal of Cleaner Production vol. 12 page 1099-1110 Science Direct, Elsevier, 2004

2. Brown, Michael S. : Field of Dreams : Sustainability in Industri. International Society for Industrial Ecology (ISEI) News vol. 6 Issue 4 (December 2006)

3. Chertow, M. Industrial Ecology last updates : 27 February 2008. Dapat diakses dari http://www.mitpressjournals.org/jie Akses terakhir 30 Mei 2008

4. Chertow, M. Uncovering Industrial Symbiosis, Journal of Industrial Ecology vol. 11 no. 1 pg 11-30 MIT and Yale University, 2007

5. 5. Industrial EcologyWikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Industrial_ecology

6. Korhonen, J. Some Suggestions for Regional Industrial Ecosistems – Extended Industrial Ecology. Eco Management and Auditing 8, pg 57-69, John Wiley & Sons, Ltd. And ERP Environment, 2001

7. Lambert, A.J.D and F.A. Boons. Eco-Industrial Parks : Stimulating Sustainable Development in Mixed Industrial Park, Technovation 22, pg 471 – 484 Science Direct, Elsevier, 2002

8. Eco-Industrial Park : A Foundation for Sustainable Communities, A Lecture Notes, Indigo Department, 2008

9. Mc. Donough, W., and Michael. B, The Next Industrial Revolution.Dapat diakses dari

http://www.theatlantic.com/doc/by/william_mcdonough_and_michael_braungarrt . Akses terakhir 28 Mei 2008

10. Peck, Steven W. Industrial Ecology : From Theory To Practice dapat diakses dari http://newcity.ca/Pages/industrial_ecology.html akses terakhir 31 Mei 2008

11. Pongracz, E. Industrial Ecology and Waste Management : From Theories to Applications, Progress in Industrial Ecology – An International Journal, vol 3 Nos.1/2, 2006

12. Port of Portland : Industrial Property and Land, http://www.portofportland.com/Prop_Home.aspx .

13. The Industrial Symbiosis at Kalundborg Denmark http://www.indigodev.com/Kal.html .

14. Tibbs, H. Industrial Ecology: An Environmental Agenda for Industri, dapat diakses dari http://www.sustainable.doe.gov/articles/indexs/shtml Akses terakhir 2 Juni 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: