Kawasan Industri Kalundborg-Denmark

Kawasan Industri Kalundborg – Denmark
Negara yang pertama menerapkan prinsip-prinsip ekosistem industri dalam suatu Kawasan Industri adalah di kawasan Kalundborg Denmark. Pertukaran (exchange) ‘limbah’ antar industri independen dalam suatu sektor telah berlangsung berabad-abad untuk alasan sederhana yaitu untuk tujuan bisnis yang lebih baik. Akan tetapi pembentukan ‘ekosistem industri’ masih merupakan fenomena yang relative baru. Sebagai contoh di kawasan industri Kalundborg Denmark, ekosistem industri sudah dibentuk, yang antara lain melibatkan pabrik minyak, pabrik gyp, farmasi, peternakan ikan, stasiun pembangkit tenaga batubara dan kota komunitas Kalundborg.


Di Kalundborg, uap dan beragam bahan mentah seperti sulfur, debu terbang dan lumpur saling ditukar (exchanged) dalam kerangka pengembangan ekosistem industri. Partisipasi perusahaan memberikan keuntungan ekonomi dari pengurangan biaya untuk pembuangan limbah, meningkatkan efisiensi dan penggunaan sumber daya dan meningkatkan kualitas lingkungan. Sebagai contoh, gas yang dihasilkan dari pabrik minyak, yang biasanya gas tersebut dibuang dengan cara dibakar, kini dialirkan ke stasiun pembangkit tenaga listrik yang diharapkan menghemat 30,000 ton batu bara per tahun.
Simbiosis dari kawasan industri Kalundborg di Denmark hingga saat ini masih berkembang secara perlahan, tetapi telah melibatkan sekitar 20 partisipasi simbiosis yang terlibat dalam pertukaran air, energi dan beragam sisa / residu material yang menjadi bahan baku atau sumber bagi proses lainnya.

Kebijakan nasional di Denmark, misalnya dalam hal pembuangan limbah organic yang harus dialirkan ke daratan, menyebabkan perusahaan farmasi mencari cara untuk menggunakan limbah basah ini pada tanah pertanian. Hal lain yang penting dalam rangka mencapai tujuan eko-industri adalah kerjasama masyarakat didalam dan sekitar kawasan secara rutin merupakan kunci utama dari kesuksesan dalam simbiosis Kalundborg.
Pada tahun 2000, Denmark yang merupakan pemimpin dalam mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan, mengeluarkan regulasi bagi suatu industri agar setiap limbah / ampas produksi dapat diolah menjadi suatu produk yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya.
Gambar berikut ini menunjukkan bagaimana hubungan timbal balik dari komponen simbiosis di Kalundborg. (sumber : http://www.indigodev.com/Kal.html)

Jørgen Christensen, Wakil Presiden dari Novo Nordisk di Kalundborg, mengidentifikasi beberapa kondisi yang menarik untuk dikembangan dalam jaring pertukaran (web of exchanges) dalam suatu kawasan industri :
Jenis industri dalam kawasan harus berbeda, tetapi harus sesuai satu sama lain.

  • Pengelolaan harus bersifat komersil dan secara ekonomi menguntungkan.
  • Pengembangan harus dilakukan dengan sukarela dalam kerangka kerjasama dan dengan melibatkan suatu lembaga independen yang menangani kebijakan / regulasi.
  • Jarak lokasi yang berdekatan secara fisik antar pelaku industri diperlukan untuk pertimbangan biaya transportasi pengangkutan material dan aliran energi.
  • Di Kalundborg, para manajer pabrik harus saling mengenal.

Secara keseluruhan, EIP di Kalundborg telah menghasilkan keuntungan ekonomi, penghematan penggunaan sumber daya alam yang berarti penghematan lingkungan, pengurangan emisi serta penggunaan ulang produk limbah.

Kawasan Industri Jivaskyla – FinlandiaContoh lain kawasan eko-industri terdapat di Jyvaskyla – Finlandia yang menerapkan prinsip ekosistem kawasan industri yaitu metafora dari sumber daya, lokalitas / kawasan, keragaman dan perubahan secara perlahan-lahan.

Contoh kawasan Eko-Industri yang lebih kecil terdapat di Portlands – Toronto, Canada. Untuk kawasan yang lebih kecil ini, penerapan prinsip eko-industri dapat dimanfaatkan oleh institusi dan jaringan yang sudah ada, dengan difokuskan pada keuntungan ekonomi dari kerjasama dalam ekosistem kawasan industri.

Ekologi Industri Simbiosis Industri
Klasifikasi dalam Ekosistem Industri

Ekosistem Kawasan Industri
Komponen dalam Rancangan Eko-Kawasan Industri
Kawasan Industri Kalundborg Denmark
Kendala dan Tantangan dalam Penerapan Ekosistem Kawasan Industri

Reference :

1. Baas, L.W and F.A. Boons. An Industrial Ecology Project in Practice : Exploring the Boundaries of Decision Making Levels in Regional Industrial Sistems. Journal of Cleaner Production vol. 12 page 1099-1110 Science Direct, Elsevier, 2004

2. Brown, Michael S. : Field of Dreams : Sustainability in Industri. International Society for Industrial Ecology (ISEI) News vol. 6 Issue 4 (December 2006)

3. Chertow, M. Industrial Ecology last updates : 27 February 2008. Dapat diakses dari http://www.mitpressjournals.org/jie Akses terakhir 30 Mei 2008

4. Chertow, M. Uncovering Industrial Symbiosis, Journal of Industrial Ecology vol. 11 no. 1 pg 11-30 MIT and Yale University, 2007

5. 5. Industrial EcologyWikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Industrial_ecology

6. Korhonen, J. Some Suggestions for Regional Industrial Ecosistems – Extended Industrial Ecology. Eco Management and Auditing 8, pg 57-69, John Wiley & Sons, Ltd. And ERP Environment, 2001

7. Lambert, A.J.D and F.A. Boons. Eco-Industrial Parks : Stimulating Sustainable Development in Mixed Industrial Park, Technovation 22, pg 471 – 484 Science Direct, Elsevier, 2002

8. Eco-Industrial Park : A Foundation for Sustainable Communities, A Lecture Notes, Indigo Department, 2008

9. Mc. Donough, W., and Michael. B, The Next Industrial Revolution.Dapat diakses dari

http://www.theatlantic.com/doc/by/william_mcdonough_and_michael_braungarrt . Akses terakhir 28 Mei 2008

10. Peck, Steven W. Industrial Ecology : From Theory To Practice dapat diakses dari http://newcity.ca/Pages/industrial_ecology.html akses terakhir 31 Mei 2008

11. Pongracz, E. Industrial Ecology and Waste Management : From Theories to Applications, Progress in Industrial Ecology – An International Journal, vol 3 Nos.1/2, 2006

12. Port of Portland : Industrial Property and Land, http://www.portofportland.com/Prop_Home.aspx .

13. The Industrial Symbiosis at Kalundborg Denmark http://www.indigodev.com/Kal.html .

14. Tibbs, H. Industrial Ecology: An Environmental Agenda for Industri, dapat diakses dari http://www.sustainable.doe.gov/articles/indexs/shtml Akses terakhir 2 Juni 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: