Kendala dan Tantangan Dalam Penerapan Ekosistem Kawasan Industri

Pada abad-21, eko-industri dan pengembangan teknologi yang mengeliminasi ‘sisa’ atau ‘limbah’ dan memaksimumkan efisiensi akan mengalami masa kritis dalam usaha pengurangan pemakaian material dan energi serta memelihara kualitas hidup dan kualitas lingkungan. Perluasan eco-kawasan industri dengan mengembangkan eco-economi adalah eco-efisien, merupakan faktor yang menentukan apakah tekanan pasar akan berperan penting sebagai ‘penggerak perubahan (driver of change).
Penerapan eco-kawasan industri mengutamakan keragaman jenis industri untuk optimalitas siklus pertukaran limbah (waste exchange).  Pada sisi lain, keragaman dapat juga menjadi kendala pada ekologi industri. Keragaman dapat berarti meningkatkan kompleksitas, misalnya keragaman pelaku berarti pula keragaman tujuan / interest. Hal ini dapat menjadi kendala ketika mencoba merumuskan ‘tujuan umum dalam pengembangan ekosistem industri’. Dari sudut pandang berbeda, besarnya jumlah pelaku yang terlibat dalam kerjasama dapat merupakan pengaman bagi kelanjutan sistem. Dalam alam, semakin kecil dan sederhana sistem biotik, semakin rapuh keberlangsungan sistem. Bahkan jika salah satu organisme punah, dapat menghancurkan simbiosis. Semakin besar dan semakin kompleks ekosistem seperti danau, sungai dan hutan, semakinkecil kemungkinan sistem terganggu jika satu elemen tiba-tiba punah. Keragaman industri yang berarti pula keragaman interest pelaku, merupakan suatu tantangan dalam penerapan ekosistem pada suatu kawasan industri. Perlu dilakukan komunikasi yang berkelanjutan untuk mencapai kesamaan persepsi dalam menyikapi tujuan jangka panjang penerapan ekosistem pada kawasan industri.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam menerapkan prinsip ekologi didalam kawasan industri :

  • Para pelaku industri harus memahami limbah sebagai suatu yang bernilai sebagai bahan dasar untuk industri lainnya. Studi dan kerjasama harus diperluas dan perusahaan harus mengembangkan visinya dengan menyertakan keseluruhan sistem dalam perusahaan yang bersatu.
  • Perlu adanya lintas batas antar sektor public dan sektor swasta untuk menghasilkan ekosistem industri dengan dukungan institusional. Pembuat kebijakan dapat diuntungkan ketika mengetahui bahwa untuk keberlangsungan daur ulang atau sistem roundput, issue lingkungan harus direfleksikan juga dalam implikasi ekonomi, social dan budaya, misalnya dalam konteks komunitas aliran (societal context of the flow).
  • Bagi kawasan industri yang sudah ada dan sudah berjalan cukup mapan, perlu suatu usaha yang memfasilitasi pengembangan sistem kerjasama berdasarkan pemanfaatan limbah dan energi.
  • Perlu dilakukan upaya membangun suatu system kerjasama berdasarkan pemanfaatan limbah dan energy pada suatu kawasan industry yang sudah ada
  • Keberhasilan dari pembentukan hubungan / link dari eco-industri memerlukan implementasi proyek secara terus-menerus sehingga dapat mengidentifikasi peluang-peluang yang ada dalam rangka eco-industri. Diperlukan kerja keras untuk mengidentifikasi regulasi dan kebijakan lain yang menghambat untuk dihilangkan. Kebijakan berdasarkan insentif misalnya ecological tax reform (keringanan eco-pajak) dan proyek-proyek teknis perlu diidentifikasi dan di implementasikan untuk membantu menstimulasi pasar dalam menggerakkan eco-industri.

Ekologi Industri Simbiosis Industri
Klasifikasi dalam Ekosistem Industri

Ekosistem Kawasan Industri
Komponen dalam Rancangan Eko-Kawasan Industri
Kawasan Industri Kalundborg Denmark
Kendala dan Tantangan dalam Penerapan Ekosistem Kawasan Industri

Reference :

1. Baas, L.W and F.A. Boons. An Industrial Ecology Project in Practice : Exploring the Boundaries of Decision Making Levels in Regional Industrial Sistems. Journal of Cleaner Production vol. 12 page 1099-1110 Science Direct, Elsevier, 2004

2. Brown, Michael S. : Field of Dreams : Sustainability in Industri. International Society for Industrial Ecology (ISEI) News vol. 6 Issue 4 (December 2006)

3. Chertow, M. Industrial Ecology last updates : 27 February 2008. Dapat diakses dari http://www.mitpressjournals.org/jie Akses terakhir 30 Mei 2008

4. Chertow, M. Uncovering Industrial Symbiosis, Journal of Industrial Ecology vol. 11 no. 1 pg 11-30 MIT and Yale University, 2007

5. 5. Industrial EcologyWikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Industrial_ecology

6. Korhonen, J. Some Suggestions for Regional Industrial Ecosistems – Extended Industrial Ecology. Eco Management and Auditing 8, pg 57-69, John Wiley & Sons, Ltd. And ERP Environment, 2001

7. Lambert, A.J.D and F.A. Boons. Eco-Industrial Parks : Stimulating Sustainable Development in Mixed Industrial Park, Technovation 22, pg 471 – 484 Science Direct, Elsevier, 2002

8. Eco-Industrial Park : A Foundation for Sustainable Communities, A Lecture Notes, Indigo Department, 2008

9. Mc. Donough, W., and Michael. B, The Next Industrial Revolution.Dapat diakses dari

http://www.theatlantic.com/doc/by/william_mcdonough_and_michael_braungarrt . Akses terakhir 28 Mei 2008

10. Peck, Steven W. Industrial Ecology : From Theory To Practice dapat diakses dari http://newcity.ca/Pages/industrial_ecology.html akses terakhir 31 Mei 2008

11. Pongracz, E. Industrial Ecology and Waste Management : From Theories to Applications, Progress in Industrial Ecology – An International Journal, vol 3 Nos.1/2, 2006

12. Port of Portland : Industrial Property and Land, http://www.portofportland.com/Prop_Home.aspx .

13. The Industrial Symbiosis at Kalundborg Denmark http://www.indigodev.com/Kal.html .

14. Tibbs, H. Industrial Ecology: An Environmental Agenda for Industri, dapat diakses dari http://www.sustainable.doe.gov/articles/indexs/shtml Akses terakhir 2 Juni 2008

Iklan

2 Tanggapan

  1. […] Kendala dan Tantangan Dalam Penerapan Ekosistem Kawasan Industri […]

  2. […] Kendala dan Tantangan Dalam Penerapan Ekosistem Kawasan Industri […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: