Produksi bersih

Strategi konvensional dalam pengelolaan limbah didasarkan pada pendekatan pengelolaan limbah yang terbentuk (end-of-pipe treatment), yang terkonsentrasi pada upaya pengolahan dan pembuangan limbah dan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan. Strategi ini dinilai kurang efektif karena kegiatan yang dilakukan sifatnya reaktif, yaitu bereaksi setelah terbentuknya limbah (at the end of pipe); bukan berupa pencegahan atau preventif, tetapi kuratif atau perbaikan setelah terjadi kerusakan atau pencemaran. Akibatnya diperlukan biaya tinggi untuk perbaikan kerusakan lingkungan, dan kerusakan lingkungan terus meningkat.

End-of-pipe treatment hanya mengubah bentuk limbah dan memindahkannya ke media lain. Strategi ini tidak dapat mengatasi masalah pencemaran yang sifatnya non-point source pollution. Karena sifatnya bereaksi setelah terjadi limbah, maka investasi dan biaya untuk pengolahan limbah relative mahal, dan hal ini yangsering dijadikan alasan oleh para pengusaha untuk tidak membangun instalasi pengolahan limbah.

Bagaimana mengatasi hal ini ?

Produksi Bersih merupakan salah satu paradigma baru dalam pengelolaan pencemaran lingkungan. Dalam setiap kegiatan, pelaku didorong untuk menerapkan prinsip produksi bersih. Penerapan produksi bersih pada industri dapat dilakukan dengan aplikasi teknologi bersih. Penerapan teknologi bersih merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja usaha yang nantinya akan terkait dengan penilaian program PROPER (environmental performance rating) yang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Dasar Hukum Pelaksanaan Produksi Bersih adalah UU RI No. 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 14 dan 17. Pelaksanaan Produksi Bersih juga tercantum didalam Dokumen ISO 14001 butir 3.13.

Apa yang dimaksud dengan produksi bersih?

Konsep Produksi Bersih pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989/1990 oleh UNEP (United Nations Environment Program), dan didefinisikan sebagai :“suatu strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan untuk mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan.” Definisi ini selanjutnya diperkenalkan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) pada tahun 1995.

Produksi Bersih merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan pendekatan secara konseptual dan operasional terhadap proses produksi dan jasa, dengan meminimumkan dampak terhadap lingkungan dan manusia dari keseluruhan daur hidup produknya. Dengan demikian produk bersih adalah suatu program strategis yang bersifat proaktif yang diterapkan untuk menselaraskan kegiatan pembangunan ekonomi dengan upaya perlindungan lingkungan. Konsep Produksi Bersih merupakan pemikiran baru untuk lebih meningkatkan kualitas lingkungan dengan lebih bersifat proaktif. Produksi Bersih merupakan salah satu sistem pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan secara sukarela (Voluntary) sebab penerapannya bersifat tidak wajib. Tujuan Produksi Bersih adalah untuk mencapai efisiensi produksi/jasa melalui upaya penghematan penggunaan materi dan energy, serta memperbaiki kualitas lingkungan melalui upaya minimisasi limbah.

Prinsip-prinsip Produksi Bersih :
• Dirancang sercara komprehensif dan pada tahap sedini mungkin. Produksi Bersih dipertimbangkan pada tahap sedini mungkin dalam pengembangan proyek-proyek baru atau pada saat mengkaji proses atau aktivitas yang sedang berlangsung.
• Bersifat proaktif, harus diprakarsai oleh industri dan kepentingan-kepentingan yang terkait.
• Bersifat fleksibel, dapat mengakomodasi berbagai perubahan, perkembangan dibidang politik, ekonomi, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi dan kepentingan berbagai kelompok masyarakat.
• Perbaikan yang berkelanjutan.

Manfaat Penerapan Produksi Bersih adalah untuk mencegah terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan melalui

Iklan

Satu Tanggapan

  1. haduh,,,kurang komunikatif,,,,terlalu teori…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: