Menulis sambil berdiri

Ajakan untuk menulis biasanya dimulai dengan kalimat : ‘silakan duduk dan mulai menulis’, atau ‘sit down, take a pen, then start writing’. Membayangkan seseorang sedang menulis tentunya yang ada dalam pikiran kita adalah orang yang duduk dikursi menghadap meja, diatas meja tedapat kertas/buku dan alat tulis. Bahkan logo atau ikon seseorang yang profesinya menulis tidak jarang berupa gambar seseorang sedang duduk dikursi sambil menulis dimeja. Tahukah anda bahwa ternyata posisi duduk sambil menulis untuk periode yang lama memberikan efek yang kurang baik bagi tulang pinggul.

Dalam salah satu artikelnya di News and Trends terbitan bulan September/Oktober 2008, John Moir memaparkan ide menulis sambil berdiri. Diawali dengan pertanyaan “Apakah kita perlu duduk untuk menulis?” Beratus-ratus jam lamanya kita duduk didepan papan ketik dapat membahayakan kerja fisik, menegangkan otot dan melelahkan sendi-sendi tulang. Bahu kita menjadi miring, dagu tegang, leher terkilir, sakit punggung, kehilangan mobilitas sendi pinggul dan kaki. Terlebih lagi, pada saat menulis sambil duduk biasanya kita menarik nafas pendek, dan menggerakkan mata hanya pada kursor di layar monitor. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan ketajaman mental dan pikiran.

Penulis terkenal Ernest Hermingway, ketika menulis A Moveable Feast (Scriber, 1964) didalam ruangannya di Cuba dilakukan sambil berdiri. Meja yang digunakan cukup tinggi sehingga kegiatan menulis dilakukan harus sambil berdiri, tanpa kursi. Menulis sambil berdiri juga dilakukan oleh penulis terkenal lainnya yaitu Winston Churchill, Henry Clay, Thomas Jefferson, Virginia Woolf, and John Dos Passos. Terinspirasi dari penulis ini, John Moir mencoba untuk melakukan sebagian kegiatan menulisnya dengan posisi berdiri untuk merasakan perbedaan efek terhadap tubuhnya. Setelah mencoba melakukan kegiatan menulis sambil berdiri secara bertahap berganti-ganti dengan duduk, ternyata membantu memelihara ketajaman mental dan kesehatan fisik. Keuntungan lain adalah ruangan menjadi lebih longgar.

Saat ini meja untuk menulis sambil berdiri sudah dapat dipesan secara online dengan mengetikkan kata kunci ‘stand up desk’. Adapula meja yang ketinggiannya dapat diatur sesuai keinginan. Bila ingin menulis sambil duduk, ketinggian meja dibuat rendah, bila ingin berdiri maka permukaan meja ditinggikan. Ternyata menulis sambil berdiri lebih nyaman bagi punggung dan tulang pinggul, mengurangi kejenuhan, dan terasa seperti beolahraga. Dengan meja untuk berdiri (stand-up desk), kita dapat berpegang pada saran Knickerbocker yaitu : “Untuk sukses dalam menulis, letakkan kaki anda pada lantai”. (To achieve writing success, apply your feet to the floor). Anda ingin bukti? Silakan mencoba menulis sambil berdiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: