Bandung Kota Kreatif

Setiap ke Bandung, pasti ada saja sesuatu yang baru yang menarik untuk dilihat, atau dinikmati, atau bahkan dibeli. Terakhir minggu lalu ketika berkunjung ke Bandung, salah satu yang baru adalah kue brownies kukus ketan hitam lapis pandan.

Sejak dulu Bandung terkenal sebagai kota jajan dan kota belanja murah meriah. Pada masa saya SMA dan mahasiswa pada tahun 1976 – 1984, jajanan yang terkenal pada saat itu adalah bakso tahu dan bakso malang. Sekitar tahun 1985 mulai diperkenalkan jajanan batagor. Awalnya ada di jalan Kopo. Selain itu yang juga terkenal adalah mie kocok jl. Sunda, lotek di Kalipah Apo, martabak San Fransisco di Jl. Burangrang (kalau nggak salah – udah lupa) dan bakso malang di Jl. Karapitan. Pada waktu itu kue yang terkenal untuk oleh2 keluar kota adalah soes merdeka. Tahun-tahun berikutnya ada pisang molen – yang kemudian dibuat bervariasi dengan pisang molen keju, molen coklat dsb., disamping molen tape tentunya. Setelah itu mulai diperkenalkan brownies, yang lagi2 dikembangkan lagi dengan variasi brownies rasa keju, almond, mocca dsb.

Tidak pernah berhenti berkreasi, tidak berapa lama kemudian muncul lagi brownies kukus yang juga dengan aneka cita rasa bervariasi. Serabi yang merupakan jajanan tradisional Bandung sejak dulupun, kini dibuat dengan sentuhan selera anak2 muda masa kini pada umumnya, dengan diberi aneka topping yang dapat dipilih sesuai selera yaitu keju parut, coklat, oncom, rasa pandan dsb. Malam2 mau cari jajanan murah meriah semisal pisang bakar, juga dijual dengan aneka rasa; pisang bakar keju, coklat, kacang dsb. Sedangkan batagor sampai saat ini masih ngetop sebagai jajanan dan oleh2 dari Bandung. Belum lagi aneka keripik aneh-aneh yang pelopornya adalah Bandung, misalnya keripik tulang sapi, keripik kaki ayam, dan aneka macam kerupuk. Tidak hanya kue-kue untuk oleh2, restoran / rumah makan juga tidak mau ketinggalan berkreasi. Restoran masakan tradisional Sunda dibuat semi fast food, salah satunya di Bumbu Desa. Kalau dulu restoran masakan sunda sistemnya ala cart, kini di Bumbu Desa kita dapat memilih langsung aneka makanan yang contohnya terhidang berjejer di meja panjang didekat kasir.

Adapun industri sepatu yang sejak dulu terkenal adalah Cibaduyut. Sayangnya saat ini kurang berkembang dan kalah bersaing dengan sepatu buatan pabrik lainnya yang sekarang mudah didapat di tok-toko sepatu mana saja di Bandung. Jeans Cihampelas tetap ramai dikunjungi dan merupakan salah satu tujuan wisata belanja para turis domestic dari luar kota Bandung. Factory outlet selalu menjadi target utama untuk cuci mata atau belanja pakaian dengan model yang selalu up to date dan harga relatif terjangkau. Kini rumah-rumah tinggal di Jl. Setiabudi, Cihampelas, Jl. Dago, Jl. Riau, Jl. Lombok dsk. hampir semua berubah menjadi Factory Outlet, toko, bank, bakery dll.

Semua ini semakin maju pesat sejak dibukanya jalan tol Cipularang beberapa tahun lalu dengan efek multiplier luar biasa bagi penduduk Bandung, khususnya dibidang ekonomi dan industry kreatif.
Disini nampak bagaimana infrastruktur yang baik mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Akan hal kreatifitas, dari dulu penduduk Bandung yang terkenal sebagai kota pelajar ini sangat kreatif dalam menciptakan sesuatu yang baru. Pemusik, seniman, seni kreatif, mode, gaya hidup umumnya dimulai dari Bandung. “Trendsetter“, mungkin kata yang paling tepat bagi penduduk Bandung khususnya kaum muda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: