Potret Kemiskinan Kampung Nelayan Ba-Tam Bagan Deli

Perlunya Pendidikan Non Formal bagi Nelayan

Kemiskinan yang terdapat pada kehidupan nelayan pada umumnya, kemiskinan nelayan BaTam – Bagan Deli Belawan khususnya, bermuara pada berbagai masalah, diantaranya masalah sosial.
Masalah sosial budaya yang terdapat pada kehidupan nelayan antara lain adalah:

  • Rendahnya tingkat pendidikan
  • Tidak terangkatnya potensi masyarakat karena tidak ada dukungan dari pemerintah setempat
  • Tingginya tingkat pengangguran sehingga meningkatkan angka kriminalitas dan kerawanan sosial
  • Miskin pengetahuan dan teknologi untuk menunjang pekerjaannya
  • Tidak tersedia wadah pekerjaan informal dan tidak ada daya kreatifitas
  • Potensi yang ada tidak didukung dana/permodalan dengan pinjaman lunak dan tidak menjerat masyarakat.

Pada umumnya anak-anak nelayan mulai diajak berlayar dan ikut melaut pada usia meningkat remaja, sehingga anak nelayan akan meninggalkan bangku sekolah. Awalnya saya mengira bahwa alasan tidak melanjutkan sekolah adalah karena biaya pendidikan yang tidak terjangkau oleh keadaan ekonomi nelayan. Baca lebih lanjut

Kampung Nelayan BaTam

BAGAN TAMBAHAN (BaTam) – Bagan Deli :
Kampung Nelayan yang Miskin

Di kawasan Teluk Belawan terdapat pemukiman nelayan yang terkonsentrasi di tiga lokasi, yaitu kelurahan Belawan Bahagia dan kelurahan Belawan I – di tepi sungai Belawan, serta di kelurahan Bagan Deli – di tepi sungai Deli.
perumahan1
Ketika mengunjungi perkampungan nelayan Bagan Deli pada tanggal 3 Maret 2009, seorang penduduk membawa kami menyeberang jembatan menuju perkampungan nelayan yang disebut BaTam (Bagan Tambahan). Baca lebih lanjut

Kawasan Estuari Teluk Belawan

Estuaria merupakan salah satu bentuk atau tipe pesisir yang terjadi di pantai, dan merupakan suatu tempat yang spesifik. Terdapat 2 faktor prinsipal yang mempengaruhi suatu keadaan hidrodinamisme dari estuaria, yaitu aliran sungai dan arus pasang surut. Pada saat air pasang, air laut akan masuk dan mempengaruhi kadar salinitas serta kualitas air yang ada dalam estuaria tersebut. Biasanya daerah hilir sungai atau estuaria selalu dihubungkan dengan biota atau organisme yang hidup di air tawar. Estuaria juga berfungsi antara lain: sebagai tempat pemijahan dan tempat perlindungan, dan telah digunakan sejak dulu sebagai tempat penangkapan tradisional dan akuakultur. Baca lebih lanjut

Barang-barang berbahaya di sekitar kita

Barang barang yang berbahaya di kehidupan kita..(bener ga sech…?)
________________________________________
1. BEKAS BOTOL AQUA
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik bekas aqua. Baca lebih lanjut

Ritual Tutup Tahun

Menjelang tutup tahun dan memasuki tahun yang baru, ada saja kegiatan yang dilakukan, yang merupakan suatu rutinitas, tradisi atau kebiasaan seseorang atau komunitas. Selain pesta kembang api, meniup terompet menjelang tahun baru merupakan kebiasaan dikota-kota besar.

Selain ritual sembahyang, ada pula ritual mempersembahkan sesajen bagi leluhur, ziarah kubur dan lain-lain. Beberapa teman yang saya kenal bercerita kalau mereka mengakhiri tahun dengan mandi air jeruk purut atau air bunga tujuh rupa. Dengan mandi bunga atau jeruk purut diharapkan setidaknya raga menjadi bersih dan segar, sehingga jiwapun menjadi bersih, pokoknya serba bersih untuk memasuki tahun yang baru.

Baca lebih lanjut

Bandung Kota Kreatif

Setiap ke Bandung, pasti ada saja sesuatu yang baru yang menarik untuk dilihat, atau dinikmati, atau bahkan dibeli. Terakhir minggu lalu ketika berkunjung ke Bandung, salah satu yang baru adalah kue brownies kukus ketan hitam lapis pandan.

Sejak dulu Bandung terkenal sebagai kota jajan dan kota belanja murah meriah. Pada masa saya SMA dan mahasiswa pada tahun 1976 – 1984, jajanan yang terkenal pada saat itu adalah bakso tahu dan bakso malang. Sekitar tahun 1985 mulai diperkenalkan jajanan batagor. Awalnya ada di jalan Kopo. Selain itu yang juga terkenal adalah mie kocok jl. Sunda, lotek di Kalipah Apo, martabak San Fransisco di Jl. Burangrang (kalau nggak salah – udah lupa) dan bakso malang di Jl. Karapitan. Pada waktu itu kue yang terkenal untuk oleh2 keluar kota adalah soes merdeka. Tahun-tahun berikutnya ada pisang molen – yang kemudian dibuat bervariasi dengan pisang molen keju, molen coklat dsb., disamping molen tape tentunya. Setelah itu mulai diperkenalkan brownies, yang lagi2 dikembangkan lagi dengan variasi brownies rasa keju, almond, mocca dsb. Baca lebih lanjut